kutipan hangat

Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah
ketika tangan ini lelah menggapai cita-cita, maka bertakbirlah
ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah
ikhlaskan semua dan mendekatlah padaNya
agar tunduk disaat yang lain angkuh
agar teguh disaat yang lain runtuh
agar tegar disaat yang lain terlempar

 

Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang-orang yang melakukan dosa pada siang hari bertobat & Dia membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang-orang yang melakukan kesalahan di malam hari bertobat, hingga nanti ketika matahari terbit dari arah barat”

Parah

tak pernah terbayangkan sebelumnya

bekas luka kembali menyayat

sakit terkena irisan lidah

menganga

luka ini terlalu parah dari sebelumnya

tak bisa ku obati dengan pekatnya kertawali

tak bisa ku oles dengan manisnya madu

semakin parah

aku harus turun dari singgasanaku

rehat sampai luka itu tak lagi terasa

hingga nanti ia hanya ku pandang dengan lara….

Karena Kau

Jika kau dapati burung tak lagi bernyanyi

Jangan kau tanya mengapa

Karna itu yang kau pinta

Jika kau dapati bulan tak lagi tersenyum

Jangan kau tanya mengapa

Karna itu yang kau mau

Jika kau dapati mentari tak lagi menyapa

Jangan kau tanya mengapa

Karna itu yang kau suka

Dan jika kau dapati biduk berlayar di samudra

Jangan kau tanya mengapa

Karena semuanya kau yang menyila

Untukmu ku lakukan segala

Untukmu aku jadi bisa

Kalaupun biduk harus kembali

Haruskah ……….????

Tiada Batas

Dulu

aku hanya termangu

menatap saung berpenghuni

yang tak bisa ku singgahi

  Kemarin

 aku masih bermimpi…

telah bersandar di dadamu

  bercerita melepas lelah…..tiada batas

hari ini

aku melayang terbang

melintas langit 

                                        Alam nyataku berbisik 

                                         Ternyata……………..

                                         di dekapmu 

                                         ku rasakan hal terindah dalam hidupku 

aku ingin rasa itu bertahan….

dulu, kemarin, hari ini, dan esok…

             tiada batas

kamu di tempatku

Pantaiku berhias  karang panorama penuh warna ..

Bersahaja,kuat, sumringah…

Dicintainya adalah kebenaran dalam hidupku…

Ketika ombaknya datangmembelai..

Karangku tergagap memeluk asa…

Walaupun riaknya basah.. tetaplah kumohon hanya mampu menyentuh poriku..

Tanpa mampu merubah tempatku…