METODE DEMONSTRASI

Sebuah Metode dalam Pelaksanaan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) By YAYA MASITA

Pendahuluan

Berbagai metode dapat dikembangkan dan digunakan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan (menguraikan materi, memberi contoh dan memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu (Asep Herry Heriawan; 2003). Tidak setiap metode sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran tertentu. Karena itu, guru harus dapat memilih metode yang sesuai agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pelaksanaan Metode Demonstrasi

Ada berbagai metode pembelajaran yang biasa digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode diskusi, permainan dan sebagainya. Salah satu metode yang dapat mendorong siswa untuk aktif dan kreatif adalah metode demonstrasi.

Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang sangat efektif untuk membantu siswa dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: bagaimana cara membuatnya? Terdiri dari bahan apa? Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya?

Demonstrasi sebagai metode mengajar adalah bahwa seorang atau demonstrator (orang luar yang sengaja diminta), atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas suatu tentang suatu proses (J.J. Hasibuan; 2006). Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, cara mencangkok, cara okulasi, dan sebagainya.

Keuntungan Metode Demonstrasi

Seorang guru IPA di SD dalam Kecamatan Sungaiselan mengatakan “ Jika mengajar tentang perkembangbiakan tanaman, saya lebih memilih metode demonstrasi karena lebih efektif. Siswa pun mudah menangkap materi pelajaran tanpa harus saya ulang berkali-kali”.

Dari beberapa kajian tentang metode demonstrasi, keuntungan menggunakan metode ini adalah: perhatian siswa lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar, dan tidak tertuju kepada hal lain; siswa memperoleh persepsi yang jelas dari hasil pengamatannya, dan; siswa memperoleh pengalaman praktek, sehingga pembelajaran jadi menyenangkan, siswa lebih aktif dan mudah menyerap materi pelajaran.

Metode Demonstrasi

Metode Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian.  Metode Demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat-alat bantu pengajaran seperti benda-benda miniatur, gambar, perangkat alat-alat laboratorium dan lain-lain.  (Cecep, 2005).  Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian,aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000).  Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.  (Syaifudin Bahri Djamarah, 2000).  Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa metode demonstrasi merupakan tehnik mengajar yang memperagakan suatu barang atau alat yang menggambarkan suatu proses atau kejadian berkenaan dengan materi pelajaran yang dipelajari.

Dalam penggunaan metode ini guru bisa menjadi demonstrator dan bisa juga orang lain yang ahli dalam bidang pelajaran itu.  Metode ini menggugah rasa ingin tahu siswa dan rangsangan visual siswa. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini (contoh :  Pembulatan Biodiesel) bagaimana cara membuatnya?, terdiri dari bahan apa?, bagaimana proses mengerjakannya?)

Manfaat psikologis  dari metode demonstrasi adalah :

1. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan
2. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
3. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :

1. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda
2. Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
3. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaifudin Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :

1. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan .
2. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
3. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaifudin Bahri Djamarah, 2000)

Batas-Batas Kemungkinan Metode Demonstrasi

Demonstrasi menjadi tidak efektif bila: benda yang didemonstrasikan tidak dapat diamati dengan jelas oleh siswa, siswa tidak dilibatkan untuk mencoba, dan bila tidak dilakukan ditempat yang sebenarnya.

Metode Demonstrasi yang Efektif

Agar metode demonstrasi dapat menjadi PAKEM, maka guru harus: (1) merumuskan keterampilan yang diharapkan akan dicapai oleh siswa setelah demonstrasi dilakukan: (2) mencoba alat-alat yang akan digunakan dalam demonstrasi, supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal; (3) memperkirakan jumlah siswa apakah memungkinkan diadakan metode demonstrasi; (4) menetapkan garis besar langkah yang akan dilaksanakan; (5) memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.

Penutup

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut diatas, diharapkan guru dapat melaksanakan metode demonstrasi dalam pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan

About these ads

5 thoughts on “METODE DEMONSTRASI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s