Lihatlah aku… seorang anak yang belum mengetahui apa dan siapa aku. Aku membutuhkan guru yang selain dapat memberikan bimbingan untuk aku, juga dapat memberikan pencerahan untuk masa depanku.
Syarat utama yang harus dimiliki guru adalah kemampuan untuk menempatkan dirinya disisi siswa dan mencoba mengerti bagaimana efek dari tindakan yang dilakukan terhadap para siswa. Hal ini membutuhkan sensitivitas yang tinggi,untuk tetap memandang para siswa sebagai bagian utama manusia, dan bahwa mereka juga memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat dari golongan di atas mereka. Dengan demikian guru akan dapat berfungsi sebagai konstruktor, supporter, pemberi nilai hidup, dan kadang menjadi orang yang mengoreksi kesalahan.
komenku dak nyangkut euy disini
Komentar oleh Desri Susilawani — November 16, 2009 @ 1:42 am
ngak pake tali si..
Komentar oleh yaya masita — Desember 4, 2009 @ 4:43 am
semoga para guru kita memenuhi syarat sebagai seorang guru sejati yang mencintai profesinya tanpa pamrih , mencintai para siswa nya dengan setulus hati sehingga terbentuk jiwa muda yang berpotensi demi kemajuan negeri tercinta..
met bertugas bu guru..
sukses selalu..
Komentar oleh makngah lena — November 19, 2009 @ 1:55 am
ada seorang mahasiswaku berkata : “mengapa ibu masih menjadi guru?”
jawabannya ada di komen mak ngah. Tq mak ngah
Komentar oleh yaya masita — Desember 4, 2009 @ 5:24 am
menjadi guru…untuk di GUgu dan di tiRU..yang punya rumah kemana ya? salam kangen dari bandung
Komentar oleh Desri Susilawani — November 19, 2009 @ 4:30 am
lagi mengok (bengong)
Komentar oleh yaya masita — Desember 4, 2009 @ 5:34 am
kunjungan pertama nih, salam kenal
Komentar oleh tary ayk — November 21, 2009 @ 11:07 am
met berkunjung, tary..
Komentar oleh nandabila — November 21, 2009 @ 12:17 pm
Boleh Tiwi menawarkan diri untuk menjadi guru buat Cik???
Komentar oleh Tiwi — November 23, 2009 @ 7:52 am
oke..oke…
Komentar oleh yaya masita — Desember 4, 2009 @ 1:40 pm
Ciikkk…acu datang berkunjung ni! Koq ga main lagi ketempet acu….datang ya…ada award untuk cik ambil dan pajang di blog ini..biar tambah semangat ngeblog dan rajin silaturahmi ke orang bandung…..kan dah punya modem sendiri….di tunggu ya…
Komentar oleh Desri Susilawani — November 25, 2009 @ 3:35 am
Cu…jaringan syusyah.. Cik juga sibuk (sok sibuk) he..he..
Komentar oleh yaya masita — Desember 3, 2009 @ 3:29 am
semoga begitulah adanya guru
Komentar oleh sunarnosahlan — November 29, 2009 @ 5:18 am
Semoga..
Komentar oleh yaya masita — Desember 3, 2009 @ 3:28 am
Salam hormat untuk para guru, penyebar ilmu, bak pelita dalam gulita.
—OOT—
Rasa cinta pasti ada
Pada makhluk yang bernyawa
Sejak dulu hinggi kini
Tetap suci dan abadi
Tak kan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
(Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)
——–
Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta
Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.
Salam hangat dari Surabaya
Komentar oleh Pakde Cholik — Desember 2, 2009 @ 7:15 am
waaah..udah sering denger tentang Pak de..Akhirnya gentayangan juga ke my home. Oke deh..suhu..salam hangat juga dari Bangka.. Tunggu puisiku ya Pak De..
Komentar oleh yaya masita — Desember 3, 2009 @ 3:27 am
Salam …
Emang gurunya selama ini gak bisa berikan itu Mbak?
Hmmm … Saya pengen jadi temannya Mba’ saja.
Boleh toh?
Ntar kalo dah merasa cocok mungkin bisa jadi teman gurunya!
Heheh …
Salam kenal ..
Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia.
Komentar oleh Abied — Desember 3, 2009 @ 5:29 am
Banyak guru yang hanya pengin jadi guru karena tuntutan ekonomi, tetapi belum memahami maknanya menjadi guru. Padahal ditangan gurulah cita-cita anak dapat tercapai. salam kenal juga.. seneng banget ketemu , apalagi kalo diajak ketempat abied, tempat paling indah di dunia itu.
Komentar oleh yaya masita — Desember 4, 2009 @ 4:41 am