Nandabila's Blog

Desember 5, 2009

AMELIA

Filed under: ceritamasita — Tag:, , — yaya masita @ 3:32 pm

Aku meringis. Perutku perih dan terasa melilit. Tapi aku ngak bisa makan. Bukan karena aku ngak punya makanan. Bukan pula karena orang tuaku tak mampu. Penyakit paru-paruku mengakibatkan mulutku lecet, bahkan sudah menjadi korengan sampai merusak kulit sekitar mulutku. Sakitnya..ampuuun!! Perih sekali. Hal itu menyebabkan aku disebut sebagai balita gizi buruk atau marasmus.

…..

Pagi ini..kulihat ibuku sibuk berkemas. Kudengar dari pembicaraan ayah dan ibu, Om Budi, petugas dari Puskesmas Sungaiselan akan membawa aku berobat ke Rumah sakit. Ih..Rumah sakit?? Aku bergidik. Pasti disana banyak jarum suntiknya. Pasti disana disuruh makan obat yang banyak, besar-besar, dan pahit itu. Belum lagi disana aku akan mendengar ibuku ditanya-tanya seperti orang yang bersalah dan dituduh tidak becus mengurus aku. Ah..kasihan ibu… padahal badannya sudah sekurus itu karena terlalu capek mengurus aku, memikirkan aku, dan lelah mengkhawatirkan aku. Aku merengek-rengek. Tapi ibu dengan sabar membujukku. Bilang bahwa aku akan diajak jalan-jalan, naik mobil dan bertemu dengan Om Budi. Aku suka Om Budi. Walaupun kumisnya menyeramkan, tapi Om Budi selalu bilang aku cantik.

….

Tin…tin… klakson mobil Om Budi terdengar di depan jalan depan rumahku. Aku melambaikan tangan kepada semua orang yang memandangku. Mata ibu memandangku miris. Ibu..aku ikhlas dibawa berobat ke Rumah sakit. Aku mau sembuh!! Aku pengen bisa jalan. Aku mau makan banyak. Aku mau ibu bahagia memandangku. Aku ingin membuat ayah bangga kepadaku.

….

Ke rumah sakit umum. Ternyata dokternya baik. Tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Ibuku tidak dimarah-marah, malah dinasehati supaya sabar. Ku dengar Om Budi bilang ke  Ibuku, bahwa pengobatanku gratis karena pakai JAMKESDA. Apa Jamkesda itu ya?? Dan ada bantuan dari pejabat di daerahku untuk berobat.

“Kita ke Rumah sakit Bakti Timah, ya Teh. Tadi kita mengobati paru-paru Amel. Sekarang kita ke dokter kulit”, ujar Om Budi ke ibuku.

Di rumah sakit Bakti Timah aku di bawa ke dokter kulit.. aku mulai merengek. Aku capek. Aku lapar. Aku haus. Aku lemas. Sungguh..aku ngak kuat. Terengah-engah tubuh kurus ibuku menggendongku. Membawa ke kantin. Sesampai di sana, aku dikerumuni orang-orang yang memandangku iba. Dan seperti dugaan awalku, ibuku terus ditanya-tanya, diinterogasi, .. Duh!! Sekali lagi kasihan ibuku. Aku harus makan, supaya ibuku senang. Perlahan ku buka mulutku, memakan sedikit demi sedikit perkedel kentang dengan beberapa butir nasi. Tatapan aneh orang-orang disekelilingku tak kuhiraukan. Aku ingin sembuh!!

….

Pengobatan hari ini selesai. Aku pulang. Dalam hati aku merintih, batukku semakin menjadi. Ya Allah.. beri aku kesembuhan. Agar aku dapat ceria seperti anak-anak seusiaku, agar aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku.  Aku, AMELIA, gadis kecil berusia 2 tahun 6 bulan dengan berat 5 kg, selalu berharap: AKU SEHAT. Tolonglah doakan aku.

19 Komentar »

  1. Salam

    semoga Alloh memberikan jalan yang terbaik utuk membahagiakan ayah dan ibunya .
    semoga cepat di berikan kesembuhan dan di berikan keceriaaan seperti biasa .

    Komentar oleh doelsoehono — Desember 7, 2009 @ 12:26 pm

  2. semoga lekas sembuh dan orang2 sekitarnya sabar dan dilapangkan rizki

    Komentar oleh sunarnosahlan — Desember 8, 2009 @ 1:12 pm

    • Amin. Thanks ya mas. Doa sangat membantu kekuatan keluarga Amel.

      Komentar oleh yaya masita — Desember 8, 2009 @ 1:30 pm

  3. saya hanya bisa ikut berdoa semoga cepat sembuh dan keluarga diberi ketabahan..

    Komentar oleh noun — Desember 9, 2009 @ 5:27 am

  4. semoga lekas sembuh ya

    Komentar oleh and1k — Desember 9, 2009 @ 12:48 pm

    • Alhamdulillah banyak yang mendoakanmu, mel. trims ya..amin

      Komentar oleh yaya masita — Desember 12, 2009 @ 10:46 pm

  5. Semoga lekas sembuh, dek…
    makan yang banyak ya !!!
    salam tuk Om Budi-nya

    Komentar oleh Tiwi — Desember 10, 2009 @ 11:24 am

  6. Semoga Allah memberikan yang terbaik menurut-Nya untuk Amel…dan semoga kedua orangtuamu tabah dan tetap bersemangat…! Om Budi bener koq…Amel cantik!

    Komentar oleh Desri Susilawani — Desember 10, 2009 @ 1:57 pm

    • Amin. terimakasih, bu. Amel ingin cepat sembuh, supaya tambah cantik.

      Komentar oleh yaya masita — Desember 12, 2009 @ 10:48 pm

  7. jangan menyearah mabak tetep berusaha……

    Komentar oleh fatih — Desember 13, 2009 @ 3:29 am

    • terimakasih, semoga ibunya Amel tahu banyak yang mendukung dan mendoakannya..

      Komentar oleh yaya masita — Desember 14, 2009 @ 2:31 am

  8. jangan hiraukan tatapan aneh orang-orang itu , Amel sayang..
    setiap semangat Amel adalah harapan bagi kesembuhan Amel..
    teruslah berjuang , nak..
    semoga ALLAH memberikan yang terbaik menurutNYA..
    banyak do’a yang tercurah untuk kesembuhanmu

    Komentar oleh makngah lena — Desember 16, 2009 @ 2:33 am

  9. izin silaturahmi lagi nih

    Komentar oleh and1k — Desember 19, 2009 @ 1:29 pm

    • he….maaf ndik…tapi naik ke atas deh..ada yang baru..

      Komentar oleh yaya masita — Januari 16, 2010 @ 2:53 pm

  10. Semoga adek amel cepat sembuh ya… semoga kedua orang tuanya tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini, amiinn…

    Komentar oleh mytemporarykitchen — Januari 12, 2010 @ 4:48 am

    • Amel telah pergi mi…tanggal 27 Desember 2009. Maaf belum sempat ngabari..

      Komentar oleh yaya masita — Januari 16, 2010 @ 2:23 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Silver is the New Black. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.